a.
Pengertian
Media pembelajaran
adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari
pengirim ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat
serta kemauan peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi
dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif.
Menurut Mudhoffir dalam
bukunya yang berjudul prinsip-prinsip pengelolaan Pusat Sumber Belajar
(1992:1-2) menyebutkan bahwa sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen
sistem instruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan
lingkungan, yang mana hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Sumber
belajar juga diartikan sebagai segala macam sumber yang ada diluar diri
seseorang (peserta didik) dan memungkinkan memudahkan terjadinya proses
belajar. Jadi sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, orang dan
wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah
maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar
(AECT).
b.
Manfaat,
fungsi, tujuan dan perannya
ü Manfaat penggunaan media
pembelajaran
·
Media pembelajaran dapat memperjelas
penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan
proses dan hasil belajar.
·
Media pembelajaran dapat meningkatkan
dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar,
interaksi yang lebih lansung antara peserta didik dan lingkungannya, dan
kemungkinan peserta didik untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan
dan minatnya.
·
Media pembelajaran dapat mengatasi
keterbatasan indera, ruang dan waktu.
·
Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitas.
·
Menumbuhkan gairah belajar, berinteraksi
secara langsung antara peserta didik dan sumber belajar.
·
Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai
dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya.
·
Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan
pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
·
Proses pembelajaran mengandung lima
komponen komunikasi, yaitu guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran,
peserta didik (komunikan) dan tujuan pembelajaran.
ü Manfaat Sumber Belajar:
1.
Memberikan pengalaman belajar
secara langsung dan nyata kepada peserta didik.
2.
Dapat menyajikan sesuatu yang tidak
memungkinkan diadakan, dikunjungi atau dilihat secara langsung dan konkret
(nyata).
3.
Dapat menambah dan memperluas
cakrawala sajian yang ada di dalam kelas.
4.
Dapat memberi informasi yang
akurat, terbaru atau mutakhir.
5.
Dapat membantu memecahkan masalah
pendidikan.
6.
Dapat memberi informasi yang positif,
apabila diatur dan direncanakan secara tepat.
7.
Dapat merangsang untuk berpikir,
bersikap dan berkembang lebih positif dan berkelanjutan.
ü Fungsi media pembelajaran:
Menurut Levie dan Lentz
(Azhar Arsyad, 2005: 16), khususnya media visual, mengemukakan bahwa media
pembelajaran memiliki empat fungsi yaitu:
·
Fungsi Atensi, menarik dan mengarahkan
perhatian peserta didik untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang
berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi
pelajaran.
·
Fungsi Afektif, dapat terlihat dari
tingkat kenikmatan peserta didik ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar.
·
Fungsi Kognitif, berdasarkan penelitian
mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan
untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
·
Fungsi Kompensatoris, media visual
memberikan konteks untuk memahami teks membantu peserta didik yang lemah dalam
membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
Media
berfungsi untuk tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat dalam media itu
harus melibatkan peserta didik baik dalam benak aktivitas yang nyata sehingga
pembelajaran dapat terjadi.
ü Fungsi sumber Belajar:
1. Meningkatkan
produktivitas pembelajaran dengan jalan:
a. Mempercepat
jalannya belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik.
b. Mengurangi
beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan
mengembangkan gairah, menguasai dan mengorganisasi kelas.
2. Pembelajaran
yang lebih individual dengan cara:
a. Mengurangi
kontrol guru yang kaku dan tradisional.
b. Memberikan
keleluasaan siswa berkembang sesuai kemampuannya.
3. Memberikan
dasar lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara:
a. Perancangan
program pembelajaran yang lebih sistematis.
b. Pengembangan
bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
4. Lebih
menetapkan pembelajaran dengan jalan:
a. Meningkatkan
kualitas materi sumber belajar.
b. Penyajian
informasi dan bahan secara lebih nyata.
5. Memungkinkan
belajar secara seketika yaitu:
a. Mengurangi
kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan
realitas yang konkret.
b. Memberikan
pengetahuan yang bersifat langsung.
6. Memungkinkan
penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu
menembus batas geografis.
ü Tujuan media pembelajaran :
Achsin
(1986) menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran adalah:
a. Agar
proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat
guna dan berdaya guna
b. Untuk
mempermudah guru/pendidik dalam menyampaikan informasi
c. Untuk
mempermudah anak didik dalam menyerap atau menerima serta memahami materi yang
telah disampaikan oleh guru/pendidik
d. Untuk
mendorong keinginan anak didik mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang
materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik
e. Untuk
menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu
dengan yang lain terhadap materi atau pesan yang disampaikan oleh
guru/pendidik.
ü Tujuan sumber belajar:
Pengadaan
sumber belajar memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Selama
pengumpulan informasi terjadi kegiatan berpikir yang kemudian akan menimbulkan
pemahaman yang mendalam dalam belajar (Mc Farlane melalui www.rinawatiharini.wordpress.com).
2. Mendorong
terjadinya pemusatan perhatian terhadap topik sehingga membuat peserta didik
menggali lebih banyak informasi dan menghasilkan hasil belajar yang lebih
bermutu (Kulthan melalui www.rinawatiharini.wordpress.com).
3. Meningkatkan
keterampilan berpikir seperti keterampilan dalam memecahkan persoalan.
ü Peran media pembelajaran menurut
Kemp and Dayton, 1985:
·
Penyampaian pesan pembelajaran dapat
lebih terstandar
·
Pembelajaran dapat lebih menarik
·
Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan
menerapkan teori belajar
·
Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat
diperpendek
·
Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
·
Proses pembelajaran dapat berlangsung
kapanpun dan dimanapun diperlukan
·
Sikap positif siswa terhadap materi
pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
·
Peran guru berubah kearah yang lebih positif.
ü Peran sumber belajar:
·
Menjembatani anak atau siswa dalam
memperoleh pengetahuan (belajar).
·
Mentransmisikan rangsangan atau
informasi kepada anak atau siswa yang dapat dikaitkan dengan
pertanyaan-pertanyaan “apa, siapa, dimana, dan bagaimana” sebagai alat bantu
mengorganisasi dimensi sumber belajar.
c.
Kelebihan
dan kekurangan media/sumber belajar yang saya buat
Media pembelajaran yang
saya buat adalah model presentasi menggunakan power point. Multimedia
presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang teoritis, digunakan
dalam pembelajaran klasikal dengan grup belajar yang cukup banyak diatas 50
orang.
Kelebihannya:
·
Bisa menggabungkan semua unsur media
seperti teks, video, animasi, image, grafik, dan sound, sehingga dapat
mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa.
·
Penyajian menjadi lebih menarik karena
adanya warna, huruf dan animasi.
·
Tidak semua bahan ajar yang disajikan
harus dijelaskan, hanya meliputi poin-poin penting dari materi yang akan
disampaikan.
·
Pesan yang disampaikan lebih mudah
dipahami, apalagi jika slide yang ditampilkan menarik dan tidak membosankan.
·
Mudah dibawa kemana-mana dalam bentuk CD
atau dimasukkan dalam flashdisk.
Kekurangannya:
·
Harus ada persiapan waktu dan tenaga
dalam mendesain materi pada Microsoft power point.
·
Harus menyiapkan laptop dan peralatan
lainnya untuk presentasi dikelas.
·
Harus menyiapkan ruangan yang tepat atau
powerpoint yang akan disampaikan harus menyesuaikan ruangan yang dipakai.
a.
Bedakan
kapan guru sebagai sumber belajar dan guru sebagai media belajar
Peran guru dalam proses
belajar mengajar adalah
a. Guru
sebagai demonstrator,
b. Guru
sebagai pengelola kelas,
c. Guru
sebagai fasilitator, dan
d. Guru
sebagai evaluator.
Guru merupakan sumber
belajar yang utama, hal ini berkaitan dengan segala kemampuan, wawasan
keilmuan, keterampilan dan pengetahuan yang luas, maka segala informasi
pembelajaran dapat diperoleh dari guru. Guru sebagai sumber belajar berperan
ketika proses pembelajaran berlangsung disekolah. Dari pengetahuannya peserta
didik dapat menanyakan berbagai pertanyaan terkait mata pelajaran yang
diajarkan guru dan guru menjawabnya dengan pengetahuannya. Untuk itu
pengetahuan dan pengalaman yang tinggi harus digali serta ditingkatkan oleh
setiap guru.
Seorang guru dalam
kelas harus melakukan bermacam-macam kegiatan bergantung pada tingkat kelas,
jumlah murid, bahan pelajaran yang harus disajikan, kemampuan mengajar,
minatnya, dan sebagainya. Tak selalu cukup waktu dan kemampuannya untuk
mendiagnosis kesulitan setiap anak walaupun ada keinginannya melakukan
demikian. Sering pula di tingkat SD seorang guru mengajar beberapa mata
pelajaran menurut kemampuannya dalam tiap bidang studi. Pelajaran dalam kelas
biasanya dikendalikan sepenuhnya oleh guru. Didalam kelas maupun di lingkungan
sekolah, guru menjadi sumber belajar siswa yang
utama dan penting. Guru adalah orang yang sudah dipersiapkan khusus
sebagai sumber belajar melalui pendidikan yang khusus pula.
Guru sebagai media
belajar yakni guru sebagai perantara untuk menyalurkan pesan dan mengirim pesan
kepada penerima pesan, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian,
dan minat perhatian siswa sehingga proses belajar mengajar berlangsung efektif
dan efisien sesuai dengan yang diharapkan. Melalui seorang guru cita-cita pendidikan
nasional dapat tersampaikan dengan baik melalui cara penyampaiannya. Guru sebagai
media belajar yakni ketika seorang guru mampu menciptakan pengalaman yang
bermakna kepada peseta didiknya, mampu membangun interaksi yang aktif dengan
peserta didik baik didalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah, mampu
memperkaya pengalaman belajar peserta didik, dan menjadikan peserta didik yang
aktif mencari informasi serta mampu mengaplikasikannya dikehidupan nyata. Semua
itu juga butuh adanya aksi nyata dari guru yang dapat ditiru oleh peserta
didik. Guru sebagai sumber belajar siswa dalam menggali informasi terkait
materi pembelajaran maupun informasi lainnya dan sebagai media pembelajaran
yang patut dicontoh baik dari segi pribadi maupun sosialnya untuk diaplikasikan
ke dalam kehidupan sehari-hari.
b.
Jenis
dan karakter media dan sumber belajar (slide 311)
ü Jenis-jenis media pembelajaran
Ada lima jenis media
yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu:
1. Media
visual, adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra
penglihatan yang terdiri atas media yang dapat diproyeksikan dan media yang
tidak dapat diproyeksikan yang biasanya berupa gambar diam atau gambar
bergerak.
2. Media
audio, yaitu media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para peserta didik untuk
mempelajari bahan ajar. Contohnya seperti kaset suara atau program radio.
3. Media
audio-visual, yaitu media yang merupakan kombinasi audio dan visual atau biasa
disebut media pandang-dengar. Contohnya seperti televisi/video, slide suara,
dan lain-lainnya.
4. Kelompok
media penyaji, menurut Donald T. Tosti dan John R. Ball ada tujuh jenis yaitu:
a. Grafis,
bahan cetak, dan gambar diam,
b. Media
proyeksi diam,
c. Media
audio,
d. Media
audio,
e. Media
gambar hidup/film,
f. Media
televisi,
g. Multimedia.
5. Media
objek merupakan media tiga dimensi yang menyampaikan informasi tidak dalam
bentuk penyajian, melainkan melalui ciri fisiknya sendiri. Media ini dibagi
atas media objek sebenarnya dan media objek pengganti. Dan satu lagi media
interaktif berbasis komputer, adalah media yang menuntut peserta didik untuk
berinteraksi selain melihat maupun mendengarkan. Contohnya program interaktif
dalam pembelajaran berbasis komputer.
ü Jenis-jenis sumber belajar :
1. Sumber
belajar yang sengaja direncanakan yakni semua sumber yang secara khusus telah
dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas
belajar yang terarah dan bersifat formal, serta dirancang untuk keperluan
pembelajaran yang akan diselenggarakan.
2. Sumber
belajar yang karena dimanfaatkan, yakni sumber belajar yang tidak secara khusus
didesain untuk keperluan pembelajaran umum. Namuan dapat ditemukan,
diaplikasikan dan dimanfaatkan untuk keperluan belajar serta mempunyai
keterkaitan dengan bahan belajar yang akan dipelajari siswa (AECT, 1977).
Menurut AECT, sumber
belajar diklasifikasikan menjadi 6 yaitu:
1. Pesan,
yaitu informasi yang ditransmisikan (diteruskan) oleh komponen lain dalam
bentuk ide, fakta, arti dan data.
2. Orang,
yaitu orang yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah, penyaji pesan.
3. Bahan,
yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan menggunakan alat
ataupun oleh dirinya sendiri.
4. Alat,
yaitu perangkat keras yang digunakan untuk penyampaian pesan yang tersimpan
dalam bahan.
5. Teknik,
yaitu prosedur atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan,
orang dan lingkungan untuk menyampaikan pesan.
6. Lingkungan,
yaitu situasi sekitar dimana pesan disampaikan. Bersifat fisik maupun non
fisik.
ü Karakter media pembelajaran
Ada beberapa media
dengan karakteristiknya masing-masing, menurut Gerlach dan Ely (1971)
mengemukakan ada tiga ciri media yaitu:
1. Fiksatif
(Fixatif Properti)
Hal ini menggambarkan
kemampuan media dalam merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi
suatu peristiwa atau objek. Kejadian yang hanya sekali terjadi dapat diabadikan
dan disusun kembali untuk keperluan pembelajaran. Kegiatan siswa dapat direkam
untuk kemudian dianalisis dan dikritik oleh siswa sejawat baik secara
perorangan maupun kelompok.
2. Manipulatif
(Manipulative Property)
Transformative suatu
kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulative.
Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam
waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse
recording. Pada rekaman gambar hidup kejadian dapat diputar mundur.
3. Distributive
(Distributive Property)
Memungkinkan suatu
objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan
kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus
pengalaman yang relative sama mengenai kejadian itu. Sekali informasi direkam
dalam format media apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kali pun dan siap
digunakan secara bersamaan diberbagai tempat atau digunakan secara
berulang-ulang disuatu tempat.
ü Karakter sumber belajar:
a.
Bisa dijadikan sebagai bahan untuk
dipelajari atau memberikan informasi dan pengetahuan tentang suatu hal
b.
Sumber belajar meliputi pesan, orang, bahan, alat,
teknik, dan latar.
c.
Bisa memberikan kekuatan dalam proses belajar
mengajar sehingga tujuan instruksional dapat tercapai secara maksimal.
d.
Mempunyai nilai-nilai instruksional edukatif yaitu
dapat mengubah dan membawa perubahan yang sempurna terhadap tingkah laku sesuai
tujuan yang ada.
c.
Memungkinkan
tidak media yang anda buat bisa berfungsi keduanya, beri alasannya.
Media yang saya gunakan
adalah presentasi menggunakan powerpoint yang mana didalamnya terdapat materi
disertai gambar-gambar yang mendukung. Sehingga memungkinkan dapat berfungsi
sebagai media maupun sumber belajar bagi siswa. Media ini dapat dijadikan
peserta didik sebagai sumber belajar karena didukung materi yang singkat, padat
dan jelas. Materi yang disajikan lebih spesifik karena fokus pada satu materi.
Media ppt ini juga sebagai media pembelajaran yang interaktif bagi seorang guru
dalam menyampaikan materi kepada peserta didik, lebih menyenangkan dan akan
membantu siswa lebih mudah dalam menyerap materi yang disampaikan. Power point
menjadi media pembelajaran yang sering digunakan dalam berbagai forum, termasuk
disekolah-sekolah. Banyak guru yang mulai menggunakan ppt untuk
mempresentasikan materi pembelajarannya kepada peserta didik. Banyaknya
pengguna menunjukkan bahwa media ini lebih efektif dalam penyampaian materi
dibandingkan jika guru menggunakan metode ceramah maupun hanya fokus pada buku.
a.
Ciri
utama multimedia
1. Content
representation
2. Full
color and high resolution
3. Melalui
media elektronik
4. Tipe-tipe
pembelajaran yang bervariasi
5. Respon
pembelajaran dan penguatan
6. Mengembangkan
prinsip self evaluation
7. Dapat
digunakan secara klasikal atau individual.
Alessi
& Trollip (2001:48) menyatakan, ada lima karakteristik multimedia pembelajaran
secara umum yaitu:
1. Pendahuluan
program, yaitu terdiri atas judul multimedia pembelajaran, petunjuk penggunaan
yang dijelaskan secara spesifik dan identifikasi pengguna seperti memasukkan
nama atau password.
2. Kontrol
siswa, yakni terkait dengan apa dan sejauhmana siswa dapat mengendalikan
program. Dalam pendekatan kontekstual, kontrol siswa ini sangat berkaitan erat
dengan interaktivitas multimedia pembelajaran.
3. Presentasi
informasi, dalam hal ini perlu diperhatikan mengenai konsistensi tombol,
anjuran respon, garis tepi, paragraf dan lain-lain.
4. Pemberian
bantuan, dilakukan dengan cara bertahap. Dapat dilakukan melalui panduan manual
cetak.
5. Penutup
program, dapat berupa rangkuman atau konfirmasi keluar untuk siswa seperti
pertanyaan.
b.
Beda
media dan multimedia
Perbedaannya:
Media adalah bahan,
alat, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar
dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan peserta
didik dapat berlangsung secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan
pengajaran. Dalam penyampaian materi media yang digunakan belum terintegrasi,
masih berdiri sendiri sesuai dengan kegunaannya. Sehingga kurang menarik dan
terkesan monoton. Siswa akan merasa cepat bosan. Jika sudah seperti ini
pembelajaran menjadi tidak efektif dan tujuan pembelajaran tidak tersampaikan
dengan baik.
Sedangkan multimedia,
menurut Heinich Et Al (2005) menyatakan bahwa multimedia adalah penggabungan
atau pengintegrasian dua atau lebih format media yang berpadu seperti teks,
grafik, animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke dalam sistem komputer
(Supriatna, 2007). Penyampaian materi menggunakan multimedia akan lebih efektif
dan efisien, karena antar media yang satu dengan lainnya bisa diintegrasikan berdasarkan
tujuan yang sama. Penggunaan multimedia
membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, tidak membosankan dan lebih
interaktif. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tersampaikan sesuai dengan yang
diharapkan.
c.
Pengembangan
multimedia menurut Alessi dan Trollip
1. Teori
Belajar dalam pengembangan multimedia pembelajaran
Beberapa teori belajar
dalam pengembangan multimedia ialah seperti teori behavioristik, teori
kognitif, teori kostruktivistik, teori pemrosesan informasi, teori belajar
gagne, teori belajar bermakna ausubel, dan lain-lain.
a. Teori
Kognitif
Teori kognitif berasal
dari kata cognition yang berarti proses mengetahui sesuatu. Teori ini menjadi
dasar pengembangan teori belajar lainnya seperti teori pemrosesan informasi dan
teori konstruktivistik. Psikologi kognitif menekankan pada konsep yang tidak
teramati, seperti akal, ingatan, sikap, motivasi, pikiran, refleksi, dan proses
internal lainnya (Alessi & Trollip, 2001:19).
Menurut Alessi & Trollip
(2001:31), pengaruh teori kognitif terhadap multimedia seperti pada desain
layar dan strategi presentasi yang merefleksikan prinsip pemusatan perhatian
dan persepsi. Inti teori kognitif ialah pada prinsip interaktivitas multimedia
yang berbasis analisis kebutuhan dan perbedaan karateristik siswa.
b. Teori
bermakna Ausubel
Merupakan salah satu
teori belajar kognitif dan menjadi salah satu inti dari pendekatan kontekstual,
dimana menekankan agar siswa memperoleh pembelajaran bermakna. Teori Ausubel
(Asri Budiningsih, 2008:43) menyatakan bahwa belajar merupakan proses asimilasi
yang bermakna bagi siswa. Materi yang dipelajari akan mengalami proses
asimilasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa dalam bentuk
struktur kognitif, yaitu struktur organisasional terhadap unsur-unsur
pengetahuan yang terpisah ke dalam suatu konsep atau model. Penerapan teori
ausubel dapat berupa pemberian gambaran keseluruhan materi, kemudian masuk ke
dalam setiap pembahasan.
c. Teori
konstruktivistik
Allesi & Trollip
(2001:32) menjelaskan, prinsip-prinsip yang disarankan untuk mencapai tujuan
pembelajaran berdasarkan teori konstruktivistik ialah:
1. Menekankan
pembelajaran dari pada pengajaran
2. Menekankan
siswa untuk berpikir dan bertindak dari pada guru
3. Menekankan
pembelajaran aktif
4. Menggunakan
pendekatan penemuan atau panduan penemuan
5. Mendorong
siswa membangun informasi dan proyek
6. Menggunakan
aktivitas cooperative atau collaborative learning
7. Menggunakan
aktivitas pembelajaran bermakna
8. Melibatkan
siswa untuk memilih dan mengasosiasikan tujuan, strategi, dan cara evaluasi
pembelajaran
9. Mendorong
otonomi pribadi sebagai bagian dari siswa
10. Mendukung
refleksi belajar siswa
11. Mendorong
siswa untuk menerima dan merefleksikan pada kompleksitas dunia nyata
12. Menggunakan
penilaian dan aktivitas secara pribadi yang relevan bagi siswa.
Hal
yang lebih penting lagi, menurut Jonassen (Allesi & Trollip, 2001:36) bahwa
teori konstruktivistik mendukung penggunaan computer based tools, dimana siswa
dapat merancang dan membangun sendiri pengetahuan mereka. Integrasi utama
konstruktivistik dalam multimedia pembelajaran terletak pada interaktivitas
yang terwujud dalam bentuk learner control. Oleh karena itu pengembangan
multimedia hendaknya memperhatikan interaktivitas mulai dari tahap awal hingga
akhir pengembangan. Baik dari strategi maupun desain materi yang akan
disajikan.
Tahap
pengembangan multimedia menurut model Alessi & Trollip (2001:409-410)
terdiri atas tiga atribut, yaitu:
1. Standards,
yakni hal-hal penting yang diperhitungkan untuk menentukan kualitas produk,
baik ditetapkan oleh pengembang maupun dari klien,
2. On
going evaluation, yakni evaluasi yang idlakukan secara terus menerus selama
proses pengembangan berdasarkan standar tadi,
3. Project
manajement, yakni pengaturan terhadpa berbagai sumber, seperti keuangan, waktu,
materi, dan lain-lain,
Ketiga
atribut diatas melekat pada tiga tahap yakni planning, design, dan development.
Sembilan aspek utama yang perlu dievaluasi menurut Alessi, yaitu :
a. Subject
matter
b. Auxiliary
information
c. Affective
consideration
d. Interface
e. Navigation
f. Pedagogu
g. Invisible
features
h. Robustness,
dan
i.
Supplementary materials.
Selain
itu, model pengembangan Alessi & Trollip (2001:411-412) juga terdiri atas
tiga fase, yaitu:
1. Fase
perencanaan (planning) yang terdiri atas sepuluh tahap, yaitu:
a. Mendefinisikan
bidang/ruang lingkup batasan
b. Mengidentifikasikan
karakteristik pembelajar
c. Menetapkan
hambatan
d. Memperkirakan
biaya
e. Membuat
dokumen perencanaan
f. Memproduksi
sebuah buku pedoman
g. Menentukan
dan mengumpulkan sumber-sumber
h. Melakukan
diskusi ide awal
i.
Menetapkan rencana tampilan
j.
Mendapatkan persetujuan dari klien.
2. Fase
desain (design), yaitu tahapan yang berhubungan dengan perakitan konten/isi dan
menentukan bagaimana harus dilakukan dengan baik dari perspektif pembelajaran
dan interaktif. Tahap ini terdiri atas tujuh langkah, yaitu:
a. Mengembangkan
ide-ide
b. Melakukan
analisis konsep dan tugas
c. Melakukan
deskripsi program awal
d. Menyiapkan
prototype
e. Membuat
flowcharts dan storyboard
f. Menyiapkan
script
g. Dan
persetujuan dari klien.
3. Fase
pengembangan (development), yakni tahap mengerjakan desain program multimedia
dan mengubahnya menjadi produk yang utuh. Tahap ini terdiri atas dua belas
tahap, yaitu:
a. Menyiapkan
teks,
b. Menuliskan
kode program,
c. Membuat
grafik,
d. Memproduksi
audio dan video,
e. Menggabungkan
bagian-bagian,
f. Menyiapkan
materi-materi pendukung,
g. Melakukan
uji alfa,
h. Melakukan
revisi,
i.
Melakukan uji beta,
j.
Membuat revisis akhir,
k. Meminta
persetujuan dari klien
l.
Dan memvalidasi program.
Alessi
& Trollip (2001:548-553) menjelaskan pada fase pengembangan ini ada tiga
macam evaluasi, yaitu:
1. Uji
alfa, adalah tes yang dilakukan oleh tim desain dan pengembangan yang terdiri
atas staf produksi, desainer pembelajaran, ahli materi, ahli media dan pengguna
potensial.
2. Uji
beta, adalah tes produk akhir dengan tahapan seperti berikut:
·
Memilih siswa yang akan dijadikan
responden
·
Menjelaskan prosedur dan tujuan tes ini
kepada siswa
·
Mengetahui sejauh mana kemampuan siswa
dan memastikan bahwa siswa telah mendapatkan materi yang akan diujikan
·
Memperhatikan reaksi siswa selama proses
uji coba
·
Mewawancarai atau memberi angket kepada
siswa dengan tujuan meminta tanggapan mereka mengenai pengoperasian program
multimedia
·
Melakukan penilaian terhadap proses
pembelajaran siswa melalui tes
·
Analisis dan revisi tahap akhir setelah
memperoleh data dari siswa
DAFTAR
PUSTAKA
Asyhar,Rayandra.2012.Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran.Jakarta: Referensi Jakarta
Munadi,Yudi.2013.Media
Pembelajaran (sebuah pendekatan baru).Jakarta: Referensi (GP Press Group)
Nasution.2011.Teknologi Pendidikan.Jakarta: Bumi
Aksara
Rudi Susalana dan Cepi Riyani.2008.Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan,
Pemanfaatan dan Penilaian.Bandung: Jurusan Kurtekpend FIP, UPI
Rusman,dkk.2012.Pembelajaran
Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi: Mengembangkan Profesionalitas Guru.Jakarta:
Rajawali Pers
Sukiman,dkk.2012.Pengembangan
Media Pembelajaran.Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani
Usman,Moh.Uzer.2013.Menjadi Guru Profesional.Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
http://eprints.uny.ac.id/8384/3/BAB%202%20-%2010707251012%20.pdf
(diunduh pada tanggal 09 April 2015 pukul 11:11 WIB)
http://www.slideshare.net/rizkiikikii/manfaat-media-geogebra-dalam-pembelajaran-pertidaksamaan-liniar-dua-variabel
(diunduh pada tanggal 12 April 2015 pukul 07:40)
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&sqi=2&ved=0CGYQFjAI&url=http%3A%2F%2Fstaff.uny.ac.id%2Fsites%2Fdefault%2Ffiles%2FMedia%2520dan%2520sumber%2520belajar%25201.docx&ei=bSArVdKfENaRuASR04CoBA&usg=AFQjCNGcEqkkazAZipghRs8DRnlYX0-7AQ&sig2=tW2g-XknhGZEmIXNRd9few
(diunduh pada tanggal 13 April 2015 pada pukul 08:53)
http://www.slideshare.net/herijunior/sumber-belajar-finish
(diunduh pada tanggal 13 April 2015 pukul 09:03)
http://sumberbelajaraudtrisnaatika.blogspot.com/
(diunduh pada tanggal 14 April 2015 pada pukul 06:37)
https://zaifbio.wordpress.com/2013/01/02/sumber-belajar/
(diunduh pada tanggal 14 April 2015 pada pukul 07:19)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar