Senin, 22 Juni 2015

Media dan Sumber Belajar IPS



 1.  Media dan Sumber Belajar IPS

a.      Pengertian
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta kemauan peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif.
Menurut Mudhoffir dalam bukunya yang berjudul prinsip-prinsip pengelolaan Pusat Sumber Belajar (1992:1-2) menyebutkan bahwa sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen sistem instruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan, yang mana hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Sumber belajar juga diartikan sebagai segala macam sumber yang ada diluar diri seseorang (peserta didik) dan memungkinkan memudahkan terjadinya proses belajar. Jadi sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar (AECT).

b.      Manfaat, fungsi, tujuan dan perannya
ü  Manfaat penggunaan media pembelajaran
·         Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
·         Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih lansung antara peserta didik dan lingkungannya, dan kemungkinan peserta didik untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
·         Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.
·         Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitas.
·         Menumbuhkan gairah belajar, berinteraksi secara langsung antara peserta didik dan sumber belajar.
·         Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya.
·         Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
·         Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yaitu guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, peserta didik (komunikan) dan tujuan pembelajaran.
ü  Manfaat Sumber Belajar:
1.      Memberikan pengalaman belajar secara langsung dan nyata kepada peserta didik.
2.      Dapat menyajikan sesuatu yang tidak memungkinkan diadakan, dikunjungi atau dilihat secara langsung dan konkret (nyata).
3.      Dapat menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kelas.
4.      Dapat memberi informasi yang akurat, terbaru atau mutakhir.
5.      Dapat membantu memecahkan masalah pendidikan.
6.      Dapat memberi informasi yang positif, apabila diatur dan direncanakan secara tepat.
7.      Dapat merangsang untuk berpikir, bersikap dan berkembang lebih positif dan berkelanjutan.
ü  Fungsi media pembelajaran:
Menurut Levie dan Lentz (Azhar Arsyad, 2005: 16), khususnya media visual, mengemukakan bahwa media pembelajaran memiliki empat fungsi yaitu:
·         Fungsi Atensi, menarik dan mengarahkan perhatian peserta didik untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
·         Fungsi Afektif, dapat terlihat dari tingkat kenikmatan peserta didik ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar.
·         Fungsi Kognitif, berdasarkan penelitian mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
·         Fungsi Kompensatoris, media visual memberikan konteks untuk memahami teks membantu peserta didik yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
Media berfungsi untuk tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan peserta didik baik dalam benak aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi.
ü  Fungsi sumber Belajar:
1.      Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan:
a.       Mempercepat jalannya belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik.
b.      Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah, menguasai dan mengorganisasi kelas.
2.      Pembelajaran yang lebih individual dengan cara:
a.       Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional.
b.      Memberikan keleluasaan siswa berkembang sesuai kemampuannya.
3.      Memberikan dasar lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara:
a.       Perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis.
b.      Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
4.      Lebih menetapkan pembelajaran dengan jalan:
a.       Meningkatkan kualitas materi sumber belajar.
b.      Penyajian informasi dan bahan secara lebih nyata.
5.      Memungkinkan belajar secara seketika yaitu:
a.       Mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang konkret.
b.      Memberikan pengetahuan yang bersifat langsung.
6.      Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.

ü  Tujuan media pembelajaran :
Achsin (1986) menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran adalah:
a.       Agar proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat guna dan berdaya guna
b.      Untuk mempermudah guru/pendidik dalam menyampaikan informasi
c.       Untuk mempermudah anak didik dalam menyerap atau menerima serta memahami materi yang telah disampaikan oleh guru/pendidik
d.      Untuk mendorong keinginan anak didik mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik
e.       Untuk menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu dengan yang lain terhadap materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik.

ü  Tujuan sumber belajar:
Pengadaan sumber belajar memiliki tujuan sebagai berikut:
1.      Selama pengumpulan informasi terjadi kegiatan berpikir yang kemudian akan menimbulkan pemahaman yang mendalam dalam belajar (Mc Farlane melalui www.rinawatiharini.wordpress.com).
2.      Mendorong terjadinya pemusatan perhatian terhadap topik sehingga membuat peserta didik menggali lebih banyak informasi dan menghasilkan hasil belajar yang lebih bermutu (Kulthan melalui www.rinawatiharini.wordpress.com).
3.      Meningkatkan keterampilan berpikir seperti keterampilan dalam memecahkan persoalan.

ü  Peran media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985:
·         Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
·         Pembelajaran dapat lebih menarik
·         Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
·         Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
·         Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
·         Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
·         Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
·         Peran guru berubah kearah yang lebih positif.

ü  Peran sumber belajar:
·         Menjembatani anak atau siswa dalam memperoleh pengetahuan (belajar).
·         Mentransmisikan rangsangan atau informasi kepada anak atau siswa yang dapat dikaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan “apa, siapa, dimana, dan bagaimana” sebagai alat bantu mengorganisasi dimensi sumber belajar.

c.       Kelebihan dan kekurangan media/sumber belajar yang saya buat
Media pembelajaran yang saya buat adalah model presentasi menggunakan power point. Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang teoritis, digunakan dalam pembelajaran klasikal dengan grup belajar yang cukup banyak diatas 50 orang.
Kelebihannya:
·         Bisa menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, image, grafik, dan sound, sehingga dapat mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa.
·         Penyajian menjadi lebih menarik karena adanya warna, huruf dan animasi.
·         Tidak semua bahan ajar yang disajikan harus dijelaskan, hanya meliputi poin-poin penting dari materi yang akan disampaikan.
·         Pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami, apalagi jika slide yang ditampilkan menarik dan tidak membosankan.
·         Mudah dibawa kemana-mana dalam bentuk CD atau dimasukkan dalam flashdisk.



Kekurangannya:
·         Harus ada persiapan waktu dan tenaga dalam mendesain materi pada Microsoft power point.
·         Harus menyiapkan laptop dan peralatan lainnya untuk presentasi dikelas.
·         Harus menyiapkan ruangan yang tepat atau powerpoint yang akan disampaikan harus menyesuaikan ruangan yang dipakai.


2. Media pembelajaran dan sumber belajar

a.      Bedakan kapan guru sebagai sumber belajar dan guru sebagai media belajar
Peran guru dalam proses belajar mengajar adalah
a.       Guru sebagai demonstrator,
b.      Guru sebagai pengelola kelas,
c.       Guru sebagai fasilitator, dan
d.      Guru sebagai evaluator.
Guru merupakan sumber belajar yang utama, hal ini berkaitan dengan segala kemampuan, wawasan keilmuan, keterampilan dan pengetahuan yang luas, maka segala informasi pembelajaran dapat diperoleh dari guru. Guru sebagai sumber belajar berperan ketika proses pembelajaran berlangsung disekolah. Dari pengetahuannya peserta didik dapat menanyakan berbagai pertanyaan terkait mata pelajaran yang diajarkan guru dan guru menjawabnya dengan pengetahuannya. Untuk itu pengetahuan dan pengalaman yang tinggi harus digali serta ditingkatkan oleh setiap guru.   
Seorang guru dalam kelas harus melakukan bermacam-macam kegiatan bergantung pada tingkat kelas, jumlah murid, bahan pelajaran yang harus disajikan, kemampuan mengajar, minatnya, dan sebagainya. Tak selalu cukup waktu dan kemampuannya untuk mendiagnosis kesulitan setiap anak walaupun ada keinginannya melakukan demikian. Sering pula di tingkat SD seorang guru mengajar beberapa mata pelajaran menurut kemampuannya dalam tiap bidang studi. Pelajaran dalam kelas biasanya dikendalikan sepenuhnya oleh guru. Didalam kelas maupun di lingkungan sekolah, guru menjadi sumber belajar siswa yang  utama dan penting. Guru adalah orang yang sudah dipersiapkan khusus sebagai sumber belajar melalui pendidikan yang khusus pula.
Guru sebagai media belajar yakni guru sebagai perantara untuk menyalurkan pesan dan mengirim pesan kepada penerima pesan, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat perhatian siswa sehingga proses belajar mengajar berlangsung efektif dan efisien sesuai dengan yang diharapkan. Melalui seorang guru cita-cita pendidikan nasional dapat tersampaikan dengan baik melalui cara penyampaiannya. Guru sebagai media belajar yakni ketika seorang guru mampu menciptakan pengalaman yang bermakna kepada peseta didiknya, mampu membangun interaksi yang aktif dengan peserta didik baik didalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah, mampu memperkaya pengalaman belajar peserta didik, dan menjadikan peserta didik yang aktif mencari informasi serta mampu mengaplikasikannya dikehidupan nyata. Semua itu juga butuh adanya aksi nyata dari guru yang dapat ditiru oleh peserta didik. Guru sebagai sumber belajar siswa dalam menggali informasi terkait materi pembelajaran maupun informasi lainnya dan sebagai media pembelajaran yang patut dicontoh baik dari segi pribadi maupun sosialnya untuk diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. 

b.      Jenis dan karakter media dan sumber belajar (slide 311)
ü  Jenis-jenis media pembelajaran
Ada lima jenis media yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu:
1.      Media visual, adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan yang terdiri atas media yang dapat diproyeksikan dan media yang tidak dapat diproyeksikan yang biasanya berupa gambar diam atau gambar bergerak.
2.      Media audio, yaitu media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para peserta didik untuk mempelajari bahan ajar. Contohnya seperti kaset suara atau program radio.
3.      Media audio-visual, yaitu media yang merupakan kombinasi audio dan visual atau biasa disebut media pandang-dengar. Contohnya seperti televisi/video, slide suara, dan lain-lainnya.
4.      Kelompok media penyaji, menurut Donald T. Tosti dan John R. Ball ada tujuh jenis yaitu:
a.       Grafis, bahan cetak, dan gambar diam,
b.      Media proyeksi diam,
c.       Media audio,
d.      Media audio,
e.       Media gambar hidup/film,
f.       Media televisi,
g.      Multimedia.
5.      Media objek merupakan media tiga dimensi yang menyampaikan informasi tidak dalam bentuk penyajian, melainkan melalui ciri fisiknya sendiri. Media ini dibagi atas media objek sebenarnya dan media objek pengganti. Dan satu lagi media interaktif berbasis komputer, adalah media yang menuntut peserta didik untuk berinteraksi selain melihat maupun mendengarkan. Contohnya program interaktif dalam pembelajaran berbasis komputer.

ü  Jenis-jenis sumber belajar :
1.      Sumber belajar yang sengaja direncanakan yakni semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal, serta dirancang untuk keperluan pembelajaran yang akan diselenggarakan.
2.      Sumber belajar yang karena dimanfaatkan, yakni sumber belajar yang tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran umum. Namuan dapat ditemukan, diaplikasikan dan dimanfaatkan untuk keperluan belajar serta mempunyai keterkaitan dengan bahan belajar yang akan dipelajari siswa (AECT, 1977).
Menurut AECT, sumber belajar diklasifikasikan menjadi 6 yaitu:
1.      Pesan, yaitu informasi yang ditransmisikan (diteruskan) oleh komponen lain dalam bentuk ide, fakta, arti dan data.
2.      Orang, yaitu orang yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah, penyaji pesan.
3.      Bahan, yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan menggunakan alat ataupun oleh dirinya sendiri.
4.      Alat, yaitu perangkat keras yang digunakan untuk penyampaian pesan yang tersimpan dalam bahan.
5.      Teknik, yaitu prosedur atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang dan lingkungan untuk menyampaikan pesan.
6.      Lingkungan, yaitu situasi sekitar dimana pesan disampaikan. Bersifat fisik maupun non fisik.

ü  Karakter media pembelajaran
Ada beberapa media dengan karakteristiknya masing-masing, menurut Gerlach dan Ely (1971) mengemukakan ada tiga ciri media yaitu:
1.      Fiksatif (Fixatif Properti)
Hal ini menggambarkan kemampuan media dalam merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Kejadian yang hanya sekali terjadi dapat diabadikan dan disusun kembali untuk keperluan pembelajaran. Kegiatan siswa dapat direkam untuk kemudian dianalisis dan dikritik oleh siswa sejawat baik secara perorangan maupun kelompok.
2.      Manipulatif (Manipulative Property)
Transformative suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulative. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording. Pada rekaman gambar hidup kejadian dapat diputar mundur.
3.      Distributive (Distributive Property)
Memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relative sama mengenai kejadian itu. Sekali informasi direkam dalam format media apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kali pun dan siap digunakan secara bersamaan diberbagai tempat atau digunakan secara berulang-ulang disuatu tempat.

ü  Karakter sumber belajar:
a.       Bisa dijadikan sebagai bahan untuk dipelajari atau memberikan informasi dan pengetahuan tentang suatu hal
b.      Sumber belajar meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar.
c.       Bisa memberikan kekuatan dalam proses belajar mengajar sehingga tujuan instruksional dapat tercapai secara maksimal.
d.      Mempunyai nilai-nilai instruksional edukatif yaitu dapat mengubah dan membawa perubahan yang sempurna terhadap tingkah laku sesuai tujuan yang ada.

c.       Memungkinkan tidak media yang anda buat bisa berfungsi keduanya, beri alasannya.
Media yang saya gunakan adalah presentasi menggunakan powerpoint yang mana didalamnya terdapat materi disertai gambar-gambar yang mendukung. Sehingga memungkinkan dapat berfungsi sebagai media maupun sumber belajar bagi siswa. Media ini dapat dijadikan peserta didik sebagai sumber belajar karena didukung materi yang singkat, padat dan jelas. Materi yang disajikan lebih spesifik karena fokus pada satu materi. Media ppt ini juga sebagai media pembelajaran yang interaktif bagi seorang guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik, lebih menyenangkan dan akan membantu siswa lebih mudah dalam menyerap materi yang disampaikan. Power point menjadi media pembelajaran yang sering digunakan dalam berbagai forum, termasuk disekolah-sekolah. Banyak guru yang mulai menggunakan ppt untuk mempresentasikan materi pembelajarannya kepada peserta didik. Banyaknya pengguna menunjukkan bahwa media ini lebih efektif dalam penyampaian materi dibandingkan jika guru menggunakan metode ceramah maupun hanya fokus pada buku.


3.    Multimedia pembelajaran

a.      Ciri utama multimedia
1.      Content representation
2.      Full color and high resolution
3.      Melalui media elektronik
4.      Tipe-tipe pembelajaran yang bervariasi
5.      Respon pembelajaran dan penguatan
6.      Mengembangkan prinsip self evaluation
7.      Dapat digunakan secara klasikal atau individual.
Alessi & Trollip (2001:48) menyatakan, ada lima karakteristik multimedia pembelajaran secara umum yaitu:
1.      Pendahuluan program, yaitu terdiri atas judul multimedia pembelajaran, petunjuk penggunaan yang dijelaskan secara spesifik dan identifikasi pengguna seperti memasukkan nama atau password.
2.      Kontrol siswa, yakni terkait dengan apa dan sejauhmana siswa dapat mengendalikan program. Dalam pendekatan kontekstual, kontrol siswa ini sangat berkaitan erat dengan interaktivitas multimedia pembelajaran.
3.      Presentasi informasi, dalam hal ini perlu diperhatikan mengenai konsistensi tombol, anjuran respon, garis tepi, paragraf dan lain-lain.
4.      Pemberian bantuan, dilakukan dengan cara bertahap. Dapat dilakukan melalui panduan manual cetak.
5.      Penutup program, dapat berupa rangkuman atau konfirmasi keluar untuk siswa seperti pertanyaan.

b.      Beda media dan multimedia
Perbedaannya:
Media adalah bahan, alat, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan peserta didik dapat berlangsung secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pengajaran. Dalam penyampaian materi media yang digunakan belum terintegrasi, masih berdiri sendiri sesuai dengan kegunaannya. Sehingga kurang menarik dan terkesan monoton. Siswa akan merasa cepat bosan. Jika sudah seperti ini pembelajaran menjadi tidak efektif dan tujuan pembelajaran tidak tersampaikan dengan baik.
Sedangkan multimedia, menurut Heinich Et Al (2005) menyatakan bahwa multimedia adalah penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format media yang berpadu seperti teks, grafik, animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke dalam sistem komputer (Supriatna, 2007). Penyampaian materi menggunakan multimedia akan lebih efektif dan efisien, karena antar media yang satu dengan lainnya bisa diintegrasikan berdasarkan tujuan yang sama.  Penggunaan multimedia membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, tidak membosankan dan lebih interaktif. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tersampaikan sesuai dengan yang diharapkan.

c.       Pengembangan multimedia menurut Alessi dan Trollip
1.      Teori Belajar dalam pengembangan multimedia pembelajaran
Beberapa teori belajar dalam pengembangan multimedia ialah seperti teori behavioristik, teori kognitif, teori kostruktivistik, teori pemrosesan informasi, teori belajar gagne, teori belajar bermakna ausubel, dan lain-lain.
a.       Teori Kognitif
Teori kognitif berasal dari kata cognition yang berarti proses mengetahui sesuatu. Teori ini menjadi dasar pengembangan teori belajar lainnya seperti teori pemrosesan informasi dan teori konstruktivistik. Psikologi kognitif menekankan pada konsep yang tidak teramati, seperti akal, ingatan, sikap, motivasi, pikiran, refleksi, dan proses internal lainnya (Alessi & Trollip, 2001:19).
Menurut Alessi & Trollip (2001:31), pengaruh teori kognitif terhadap multimedia seperti pada desain layar dan strategi presentasi yang merefleksikan prinsip pemusatan perhatian dan persepsi. Inti teori kognitif ialah pada prinsip interaktivitas multimedia yang berbasis analisis kebutuhan dan perbedaan karateristik siswa.
b.      Teori bermakna Ausubel
Merupakan salah satu teori belajar kognitif dan menjadi salah satu inti dari pendekatan kontekstual, dimana menekankan agar siswa memperoleh pembelajaran bermakna. Teori Ausubel (Asri Budiningsih, 2008:43) menyatakan bahwa belajar merupakan proses asimilasi yang bermakna bagi siswa. Materi yang dipelajari akan mengalami proses asimilasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa dalam bentuk struktur kognitif, yaitu struktur organisasional terhadap unsur-unsur pengetahuan yang terpisah ke dalam suatu konsep atau model. Penerapan teori ausubel dapat berupa pemberian gambaran keseluruhan materi, kemudian masuk ke dalam setiap pembahasan.
c.       Teori konstruktivistik
Allesi & Trollip (2001:32) menjelaskan, prinsip-prinsip yang disarankan untuk mencapai tujuan pembelajaran berdasarkan teori konstruktivistik ialah:
1.      Menekankan pembelajaran dari pada pengajaran
2.      Menekankan siswa untuk berpikir dan bertindak dari pada guru
3.      Menekankan pembelajaran aktif
4.      Menggunakan pendekatan penemuan atau panduan penemuan
5.      Mendorong siswa membangun informasi dan proyek
6.      Menggunakan aktivitas cooperative atau collaborative learning
7.      Menggunakan aktivitas pembelajaran bermakna
8.      Melibatkan siswa untuk memilih dan mengasosiasikan tujuan, strategi, dan cara evaluasi pembelajaran
9.      Mendorong otonomi pribadi sebagai bagian dari siswa
10.  Mendukung refleksi belajar siswa
11.  Mendorong siswa untuk menerima dan merefleksikan pada kompleksitas dunia nyata
12.  Menggunakan penilaian dan aktivitas secara pribadi yang relevan bagi siswa.
Hal yang lebih penting lagi, menurut Jonassen (Allesi & Trollip, 2001:36) bahwa teori konstruktivistik mendukung penggunaan computer based tools, dimana siswa dapat merancang dan membangun sendiri pengetahuan mereka. Integrasi utama konstruktivistik dalam multimedia pembelajaran terletak pada interaktivitas yang terwujud dalam bentuk learner control. Oleh karena itu pengembangan multimedia hendaknya memperhatikan interaktivitas mulai dari tahap awal hingga akhir pengembangan. Baik dari strategi maupun desain materi yang akan disajikan.
Tahap pengembangan multimedia menurut model Alessi & Trollip (2001:409-410) terdiri atas tiga atribut, yaitu:
1.      Standards, yakni hal-hal penting yang diperhitungkan untuk menentukan kualitas produk, baik ditetapkan oleh pengembang maupun dari klien,
2.      On going evaluation, yakni evaluasi yang idlakukan secara terus menerus selama proses pengembangan berdasarkan standar tadi,
3.      Project manajement, yakni pengaturan terhadpa berbagai sumber, seperti keuangan, waktu, materi, dan lain-lain,
Ketiga atribut diatas melekat pada tiga tahap yakni planning, design, dan development. Sembilan aspek utama yang perlu dievaluasi menurut Alessi, yaitu :
a.       Subject matter
b.      Auxiliary information
c.       Affective consideration
d.      Interface
e.       Navigation
f.       Pedagogu
g.      Invisible features
h.      Robustness, dan
i.        Supplementary materials.
Selain itu, model pengembangan Alessi & Trollip (2001:411-412) juga terdiri atas tiga fase, yaitu:
1.      Fase perencanaan (planning) yang terdiri atas sepuluh tahap, yaitu:
a.       Mendefinisikan bidang/ruang lingkup batasan
b.      Mengidentifikasikan karakteristik pembelajar
c.       Menetapkan hambatan
d.      Memperkirakan biaya
e.       Membuat dokumen perencanaan
f.       Memproduksi sebuah buku pedoman
g.      Menentukan dan mengumpulkan sumber-sumber
h.      Melakukan diskusi ide awal
i.        Menetapkan rencana tampilan
j.        Mendapatkan persetujuan dari klien.
2.      Fase desain (design), yaitu tahapan yang berhubungan dengan perakitan konten/isi dan menentukan bagaimana harus dilakukan dengan baik dari perspektif pembelajaran dan interaktif. Tahap ini terdiri atas tujuh langkah, yaitu:
a.       Mengembangkan ide-ide
b.      Melakukan analisis konsep dan tugas
c.       Melakukan deskripsi program awal
d.      Menyiapkan prototype
e.       Membuat flowcharts dan storyboard
f.       Menyiapkan script
g.      Dan persetujuan dari klien.
3.      Fase pengembangan (development), yakni tahap mengerjakan desain program multimedia dan mengubahnya menjadi produk yang utuh. Tahap ini terdiri atas dua belas tahap, yaitu:
a.       Menyiapkan teks,
b.      Menuliskan kode program,
c.       Membuat grafik,
d.      Memproduksi audio dan video,
e.       Menggabungkan bagian-bagian,
f.       Menyiapkan materi-materi pendukung,
g.      Melakukan uji alfa,
h.      Melakukan revisi,
i.        Melakukan uji beta,
j.        Membuat revisis akhir,
k.      Meminta persetujuan dari klien
l.        Dan memvalidasi program.
Alessi & Trollip (2001:548-553) menjelaskan pada fase pengembangan ini ada tiga macam evaluasi, yaitu:
1.      Uji alfa, adalah tes yang dilakukan oleh tim desain dan pengembangan yang terdiri atas staf produksi, desainer pembelajaran, ahli materi, ahli media dan pengguna potensial.
2.      Uji beta, adalah tes produk akhir dengan tahapan seperti berikut:
·         Memilih siswa yang akan dijadikan responden
·         Menjelaskan prosedur dan tujuan tes ini kepada siswa
·         Mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dan memastikan bahwa siswa telah mendapatkan materi yang akan diujikan
·         Memperhatikan reaksi siswa selama proses uji coba
·         Mewawancarai atau memberi angket kepada siswa dengan tujuan meminta tanggapan mereka mengenai pengoperasian program multimedia
·         Melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran siswa melalui tes
·         Analisis dan revisi tahap akhir setelah memperoleh data dari siswa






DAFTAR PUSTAKA

Asyhar,Rayandra.2012.Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran.Jakarta: Referensi Jakarta
Munadi,Yudi.2013.Media Pembelajaran (sebuah pendekatan baru).Jakarta: Referensi (GP Press Group)
Nasution.2011.Teknologi Pendidikan.Jakarta: Bumi Aksara
Rudi Susalana dan Cepi Riyani.2008.Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian.Bandung: Jurusan Kurtekpend FIP, UPI
Rusman,dkk.2012.Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi: Mengembangkan Profesionalitas Guru.Jakarta: Rajawali Pers
Sukiman,dkk.2012.Pengembangan Media Pembelajaran.Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani
Usman,Moh.Uzer.2013.Menjadi Guru Profesional.Bandung: PT Remaja Rosdakarya
http://eprints.uny.ac.id/8384/3/BAB%202%20-%2010707251012%20.pdf (diunduh pada tanggal 09 April 2015 pukul 11:11 WIB)
http://www.slideshare.net/herijunior/sumber-belajar-finish (diunduh pada tanggal 13 April 2015 pukul 09:03)
http://sumberbelajaraudtrisnaatika.blogspot.com/ (diunduh pada tanggal 14 April 2015 pada pukul 06:37)
https://zaifbio.wordpress.com/2013/01/02/sumber-belajar/ (diunduh pada tanggal 14 April 2015 pada pukul 07:19)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar